Jumat Curhat Polda NTT Jadi Wadah Aspirasi Warga Oebobo, Beragam Persoalan Kamtibmas Dibahas Bersama
Kupang, TBN – Program Jumat Curhat yang digelar Polda Nusa Tenggara Timur kembali menjadi wadah komunikasi langsung antara Polri dan masyarakat. Berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) mengemuka dalam dialog yang berlangsung di Cabang Air Oebobo, RT 35/RW 11, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan yang dipimpin Kasubag Rehabpers Ditpropam Polda NTT, **Kompol Januarius Seran, S.H., CELM.**, itu dihadiri perwakilan sejumlah satuan kerja Polda NTT, di antaranya Ditreskrimum, Ditintelkam, Ditlantas, SDM, Satbrimob, Karoops, serta Dit PPA dan PPO.
Dalam sambutannya, Kompol Januarius Seran menjelaskan bahwa **Jumat Curhat** merupakan program rutin Polri yang bertujuan membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat. Melalui forum ini, berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan warga dapat diketahui secara langsung sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh fungsi kepolisian yang berwenang.
> "Program Jumat Curhat adalah wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, saran maupun kritik kepada Polri. Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi perhatian masyarakat agar pelayanan kepolisian dapat terus ditingkatkan," ujar Kompol Januarius Seran.
Dialog berlangsung hangat dan penuh keterbukaan. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari proses perizinan keramaian, maraknya peredaran minuman keras, praktik perjudian, anak-anak yang masih berkeliaran hingga larut malam, keberadaan pasangan yang hidup bersama tanpa ikatan resmi, hingga persoalan lalu lintas dan pelayanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM).
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan peningkatan patroli kepolisian hingga ke kawasan permukiman yang lebih dalam, penambahan personel Bhabinkamtibmas, penertiban parkir liar, penanganan balap liar, serta pengawasan terhadap anggota Polri yang melakukan pelanggaran disiplin.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kompol Januarius Seran menegaskan bahwa seluruh masukan masyarakat akan menjadi perhatian serius dan diteruskan kepada satuan fungsi terkait sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.
> "Kami sangat mengapresiasi keterbukaan masyarakat dalam menyampaikan permasalahan yang ada. Semua masukan ini menjadi bahan evaluasi dan perhatian kami untuk meningkatkan pelayanan serta menjaga situasi kamtibmas yang lebih baik," katanya.
Terkait persoalan minuman keras, Kompol Januarius mengingatkan bahwa konsumsi miras masih menjadi salah satu pemicu utama berbagai tindak pidana maupun konflik sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengendalikan peredarannya serta meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan.
Sementara itu, mengenai pengawasan terhadap anggota Polri, ia meminta masyarakat tidak ragu melaporkan apabila menemukan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian.
Menurutnya, Bidpropam Polda NTT telah menyediakan layanan pengaduan berbasis **barcode** yang dapat diakses masyarakat dengan jaminan kerahasiaan identitas pelapor.
> "Masyarakat tidak perlu takut melapor apabila menemukan pelanggaran yang dilakukan anggota Polri. Identitas pelapor akan dirahasiakan sehingga proses pengawasan dapat berjalan secara transparan dan akuntabel," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Ditlantas Polda NTT juga menanggapi berbagai keluhan masyarakat terkait balap liar, parkir sembarangan, dan keselamatan berlalu lintas. Selain terus melakukan penindakan, Ditlantas mengedepankan upaya edukasi kepada masyarakat serta mengajak para orang tua untuk lebih aktif mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam aktivitas yang membahayakan keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya.
Menutup kegiatan tersebut, Kompol Januarius Seran menegaskan bahwa terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif tidak dapat diwujudkan hanya oleh kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
> "Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kamtibmas yang kondusif hanya bisa terwujud apabila ada sinergi antara masyarakat, pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk terus menjaga komunikasi dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman," ungkapnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 11.10 WITA itu ditutup dengan sesi foto bersama. Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa **Program Jumat Curhat** masih menjadi sarana yang efektif dalam membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat sekaligus menjadi media penyampaian aspirasi secara langsung.
Melalui forum dialog ini, Polda Nusa Tenggara Timur berharap kemitraan dengan masyarakat semakin kuat sehingga berbagai persoalan sosial maupun keamanan dapat diselesaikan secara bersama demi mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Nusa Tenggara Timur.#Ss+




