Insiden di Perbatasan RI–RDTL, Polri dan TNI Bergerak Cepat Lindungi Warga

Insiden di Perbatasan RI–RDTL, Polri dan TNI Bergerak Cepat Lindungi Warga

TTU, TBN – Insiden yang melibatkan warga Dusun Nino, Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), dengan personel Unit Patroli Fronteira (UPF) Timor Leste terjadi pada Senin (25/8/2025). Kejadian ini dipicu oleh perbedaan persepsi terkait batas wilayah sesuai Provisional Agreement on the Land Boundary tahun 2005.

Lahan yang menjadi sumber masalah diketahui telah lama digarap oleh warga Desa Inbate sebagai lahan pertanian. Kondisi tersebut kemudian memunculkan ketegangan di lapangan hingga mengundang perhatian serius jajaran Polri dan TNI.

Langkah Cepat Polri dan TNI

Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa prioritas utama aparat adalah melindungi keselamatan masyarakat dan memastikan setiap warga yang terdampak mendapatkan pendampingan serta penanganan medis yang layak.

“Polri hadir untuk memastikan masyarakat aman, tenang, dan mendapat perhatian penuh. Korban sudah mendapatkan perawatan medis, dan keluarga kami dampingi secara humanis,” ujar Kombes Henry.

Polres TTU bersama Satgas Pamtas RI–RDTL segera turun langsung ke lokasi untuk menenangkan warga serta mengimbau agar sementara waktu tidak melakukan aktivitas di lahan tersebut demi keselamatan bersama.

“Pendekatan persuasif kami kedepankan. Warga tidak dibiarkan menghadapi situasi ini sendiri. Kami hadir, mendengar keluh kesah mereka, sekaligus menjembatani komunikasi dengan pihak terkait,” tambah Kabid Humas.

Selain itu, Polres TTU juga terus berkoordinasi dengan TNI, Satgas Pamtas Yonarhanud 15/DBY, Pemerintah Daerah, Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD), Konsulat RI di Oecusse, hingga Atase Polri di KBRI Dili.

Komitmen Jaga Keamanan

Kapolda NTT melalui Kabid Humas menegaskan bahwa TNI–Polri berkomitmen penuh menjaga keamanan dan melindungi masyarakat yang berada di wilayah perbatasan.

“Kami berharap masalah ini dapat diselesaikan melalui jalur hukum dan diplomasi, serta perlunya sosialisasi kepada masyarakat terkait batas negara dan hak pengelolaannya,” tegas Kombes Henry.

Dengan langkah cepat aparat keamanan, diharapkan situasi di lapangan dapat terkendali dan tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat.#Ss