Polri Alarmir Munculnya White Supremacy & Neo-Nazi di Kalangan Anak-Anak
Jakarta, Indonesia — Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo,M.Si menyampaikan keprihatinannya terhadap kemunculan modus baru paham radikal yang mulai berkembang di Indonesia. Ia menegaskan bahwa saat ini kepolisian menemukan indikasi penyebaran paham seperti White Supremacy dan Neo-Nazi yang bukan hanya menyebar secara global, tetapi juga mulai menyasar anak-anak di bawah umur.
Menurut Kapolri, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah mencatat adanya temuan paham radikal baru bernama Natural Selection, Neo-Nazi, dan White Supremacy yang targetnya bukan lagi hanya kelompok dewasa, tetapi anak-anak dan remaja. Ia menjelaskan bahwa paham ini secara sederhana memandang suatu ras dianggap lebih unggul dari yang lain, dan pendekatan penyebarannya kini memanfaatkan ruang digital yang membuat anak-anak rentan terpapar.
Kapolri meminta semua pihak, terutama keluarga dan masyarakat luas, untuk lebih waspada dan memantau kondisi di lingkungan keluarga mereka. Ia menekankan pentingnya pencegahan melalui komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, serta mengamati perubahan perilaku yang mencurigakan sebagai bentuk antisipasi awal agar tidak terpengaruh paham radikal tersebut.
Selain itu, ia juga menyoroti tantangan lain seperti penyalahgunaan narkoba yang terus berkembang dengan modus baru, menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia kini menghadapi berbagai ancaman kompleks yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Kapolri menegaskan bahwa upaya pencegahan dan penanggulangan paham radikal tidak hanya menjadi tugas aparat kepolisian, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga keutuhan, keamanan, dan masa depan generasi muda bangsa.
Penulis : Bripka Simeon Sion H. S.KOm ( Subsi Penmas Seksi Humas POlres Kupang).




