Warga Desa Oelfatu Ditemukan Meninggal Terseret Banjir di Kali Bonpo

Warga Desa Oelfatu Ditemukan Meninggal Terseret Banjir di Kali Bonpo

KUPANG,TBN – Seorang warga lanjut usia ditemukan meninggal dunia di Kali Bonpo, RT 004/RW 002, Dusun I, Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, pada Sabtu (7/2/2026) sore.

Korban diduga kuat meninggal akibat terseret arus banjir.

Korban diketahui bernama Lodia Sanmusus (69), seorang petani asal Dusun IV, Desa Timau, Kecamatan Amfoang Barat Laut. Penemuan jasad korban pertama kali diketahui sekitar pukul 14.30 WITA oleh warga setempat dan segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian korban sempat berniat pergi ke Pasar Honuk. Namun, niat tersebut sempat dilarang oleh anak kandungnya, Elivas Lakusaba, karena kondisi banjir yang melanda wilayah tersebut. Sekitar pukul 10.00 WITA, korban masih terlihat berada di rumah, namun pada siang hari sekitar pukul 13.00 WITA korban diduga keluar melalui bagian belakang rumah tanpa sepengetahuan keluarga.

“Awalnya dikira korban pergi ke rumah tetangga, sehingga tidak langsung dicari. Namun sekitar pukul 15.00 WITA, saksi mengetahui dari postingan Facebook bahwa ada seorang nenek ditemukan meninggal dunia. Setelah dilihat, ternyata korban adalah ibu kandungnya,” ungkap salah satu saksi.

Saksi lainnya, Semri Banu, yang saat itu hendak menuju kebun, juga mendapat informasi dari warga bahwa seorang perempuan lanjut usia meninggal dunia akibat terseret banjir. Saksi kemudian mendatangi lokasi kejadian dan memastikan kondisi korban sebelum melaporkannya ke pihak kepolisian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Amfoang Utara yang dipimpin oleh Waka Polsek Amfoang Utara Ipda Heronimus Neni, S.H. langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama sejumlah anggota, termasuk Bhabinkamtibmas Desa Honuk dan Desa Saukibe.

Hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis Puskesmas Soliu menyebutkan bahwa korban diperkirakan meninggal kurang dari empat jam sebelum ditemukan. Pada tubuh korban ditemukan luka berat di bagian kepala, memar pada mata kiri, serta luka di bagian dahi, sementara pada bagian tubuh lainnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian antara lain satu rok dalaman berwarna merah, dua kalung muti, serta satu tas hitam berisi uang tunai sebesar Rp16.000.

Dari hasil analisa sementara, korban diduga kuat meninggal dunia akibat terseret arus banjir sejauh kurang lebih 4,5 kilometer. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi, yang kemudian dituangkan dalam surat pernyataan resmi.

Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga dan disemayamkan di rumah keluarga di wilayah Desa Timau.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan banjir, serta menghindari aktivitas di sekitar sungai saat debit air meningkat demi keselamatan bersama.#Ss+