Muncul Semburan Lumpur, Bukit Liman Semau Selatan Hebohkan Warga

Muncul Semburan Lumpur, Bukit Liman Semau Selatan Hebohkan Warga

Kupang, TBN– Fenomena alam berupa semburan lumpur terjadi di Bukit Liman yang berada di wilayah perbatasan Desa Naikean dan Desa Uitiuh Tuan, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Peristiwa tersebut sempat menghebohkan masyarakat setelah beredar sebuah video di grup WhatsApp Kecamatan Semau Selatan.

Berdasarkan laporan, pada hari Selasa, 13 Januari 2026 sekitar pukul 16.00 WITA, Bhabinkamtibmas Desa Uitiuh Tuan, Bripka Fried Thonak, melaksanakan kegiatan monitoring dan penelusuran terkait video berdurasi 3 menit 5 detik yang dikirimkan oleh seorang warga ke grup WhatsApp kecamatan pada Senin, 12 Januari 2026 sekitar pukul 15.00 WITA.

Video tersebut direkam oleh Robi Neno (41), seorang petani asal Desa Uitiuh Tuan, pada Senin, 12 Januari 2026 sekitar pukul 08.00 WITA menggunakan kamera handphone. Dalam rekaman itu terlihat adanya semburan dari bawah kaki Bukit Liman. Namun, pada narasi video disebutkan bahwa “Liman meletus” disertai keterangan lahar dengan ketinggian sekitar lima meter. Pengambilan gambar dari jarak yang cukup jauh menyebabkan visual semburan tampak seperti terjangan ombak yang menghantam karang.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bhabinkamtibmas bersama pihak terkait melakukan verifikasi langsung di lokasi kejadian dan menemukan sejumlah fakta. Semburan lumpur tersebut benar terjadi pada Senin pagi, 12 Januari 2026 sekitar pukul 08.00 WITA. Namun, saat dilakukan pengecekan lanjutan pada Selasa pagi, 13 Januari 2026 sekitar pukul 08.00 WITA, aktivitas semburan telah berhenti.

Di lokasi kejadian ditemukan endapan sisa lumpur dengan luas sekitar 30 x 40 meter. Lokasi semburan berada kurang lebih dua kilometer dari permukiman warga. Dari hasil pengecekan, dipastikan tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil akibat peristiwa tersebut.

Fenomena alam ini diketahui baru pertama kali terjadi di Bukit Liman. Berdasarkan dugaan awal, kejadian tersebut diperkirakan disebabkan oleh tekanan gas alam dan air di bawah permukaan tanah yang menemukan celah atau rekahan untuk keluar ke permukaan. Bukit Liman sendiri bukan merupakan gunung berapi, sebagaimana data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sebagai langkah antisipasi, pihak Polsek Semau bekerja sama dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi semburan guna menghindari potensi risiko dan bahaya. Selain itu, pemerintah kecamatan dan desa juga diharapkan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan bahwa material lumpur tersebut tidak membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat sekitar.#Ss+