Warga Honuk Temukan Pria Tewas Tenggelam di Sungai Oemolo
Amfoang Utara, TBN– Warga Desa Honuk, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang ditemukan tenggelam di Sungai Oemolo (kali kecil), pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.
Korban diketahui bernama Yermias Takaeb (53), seorang petani, warga RT 08 RW 04 Dusun IV Desa Honuk. Korban pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya sendiri dalam kondisi tubuh terlentang di dalam sungai, dengan kepala berada di celah lubang batu dan hanya bagian kaki yang terlihat dari permukaan air.
Kronologi Kejadian
Peristiwa ini bermula pada Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WITA, saat korban berpamitan kepada keluarga untuk memperbaiki pipa air yang biasa digunakan sehari-hari. Namun hingga beberapa waktu kemudian, korban tidak juga kembali ke rumah.
Merasa khawatir, istri korban Silpa Akulas (48) kemudian menyusul ke lokasi sungai yang menjadi tempat penampungan air bersih keluarga. Setibanya di lokasi, saksi tidak menemukan korban, namun hanya mendapati sandal dan parang milik korban berada di sekitar sungai.
Saksi kemudian kembali ke rumah dan memberitahukan hal tersebut kepada anak korban Tayersi Takaeb (15) serta seorang warga bernama Nelson Tabelak. Anak korban segera mendahului menuju sungai untuk melakukan pencarian, disusul oleh ibunya.
Sesampainya di lokasi, Tayersi Takaeb menemukan ayahnya sudah berada di dalam sungai dalam kondisi tidak bergerak. Penemuan tersebut segera diberitahukan kepada sang ibu, yang kemudian masuk ke dalam sungai dan mengangkat korban ke permukaan.
Sekitar pukul 10.00 WITA, Nelson Tabelak tiba di lokasi dan bersama beberapa warga lainnya membantu mengevakuasi korban ke rumah duka.
Hasil Pemeriksaan Awal
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh petugas medis dari Puskesmas Amfoang Barat Laut, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun terdapat beberapa luka lecet ringan, di antaranya: Luka lecet di pelipis kanan berdiameter sekitar 2 cm, diduga akibat tergores ranting atau kayu di sekitar TKP, Lecet pada mata kiri, Memar pada bagian depan kaki kanan dan kiri, Lecet pada bagian luar mata kaki kanan dan Mulut korban mengeluarkan busa.
Petugas memperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari dua jam sebelum ditemukan. Secara umum, kondisi anggota tubuh lainnya tampak normal tanpa tanda fraktur atau kekerasan.
Mendapat laporan kejadian tersebut, personel Polsek Amfoang Utara segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Penanganan dipimpin oleh Waka Polsek Amfoang Utara Ipda Hironimus Neni, S.H., didampingi Ps. Kanit Intelkam Aipda Simson D. Selan, Ps. Kanit Reskrim Aipda Melkisedek Taunu, Bhabinkamtibmas Desa Honuk Aipda Johanis G. Lerik, Ps. KSPKT III Aipda Budi Prabowo, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Naikliu Aipda Fidelis H. Kotan.
Selain melakukan olah TKP dan mengumpulkan bahan keterangan dari saksi-saksi, petugas juga menghadirkan tenaga medis Meti, Amd.Kep dari Puskesmas Amfoang Barat Laut untuk pemeriksaan awal terhadap jenazah korban.
Dari keterangan pihak keluarga, diketahui bahwa korban pernah menderita penyakit epilepsi, meskipun sudah hampir dua tahun terakhir tidak mengalami kekambuhan. Jarak antara rumah korban dan lokasi kejadian sekitar 200 meter, dengan kedalaman air sungai sekitar 70 cm dan lebar sekitar 1,5 meter. Di sekitar sungai terdapat bebatuan besar yang sebagian ditumbuhi lumut.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan pemeriksaan dalam (autopsi), yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.
Jenazah korban saat ini disemayamkan di rumah duka dan rencananya akan dimakamkan pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa korban meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Oemolo dan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.#Ss+




