Nekat Menyeberang Saat Banjir, Pemuda di Kupang Timur Terseret Arus dan Meninggal

Nekat Menyeberang Saat Banjir, Pemuda di Kupang Timur Terseret Arus dan Meninggal

Kupang, TBN– Seorang pemuda dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus banjir di Sungai Air Kom, Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Minggu (8/3/2026) sore.

Korban diketahui bernama Dominico De Jesus Frias (21), warga RT 020 RW 008 Desa Manusak. Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WITA saat debit air sungai meningkat akibat banjir.

Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula sekitar pukul 14.00 WITA ketika korban pamit kepada orang tuanya untuk memindahkan sapi milik keluarga ke padang rumput di perbatasan Desa Manusak dan Kelurahan Naibonat.

Sekitar pukul 15.00 WITA, setelah selesai memindahkan sapi, korban hendak kembali ke rumahnya di Desa Manusak. Dalam perjalanan pulang, korban bertemu dengan seorang warga bernama Paulito Dosantos (49). Keduanya kemudian berjalan bersama menuju desa dengan melewati Sungai Air Kom.

Saat tiba di pinggir sungai, keduanya melihat debit air sedang tinggi dan arus banjir cukup deras. Namun mereka tetap bersepakat untuk menyeberang dengan cara berenang.

Ketika berada di tengah sungai, saksi melihat korban tiba-tiba terseret arus banjir yang semakin kuat. Saksi berusaha berenang ke tepi sungai untuk menyelamatkan diri dan mencoba menolong korban, namun korban terus terbawa arus menuju arah jembatan Air Kom.

Saksi kemudian kembali ke lokasi awal penyeberangan dan bertemu dengan ayah korban Nasimento De Jesus. Kepada ayah korban, saksi menceritakan kejadian tersebut. Mendengar hal itu, ayah korban segera memanggil warga sekitar untuk melakukan pencarian.

Warga bersama keluarga melakukan pencarian hingga pukul 18.00 WITA, namun korban belum berhasil ditemukan. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Manusak Aipda Vinsensius Suni.

Mendapat laporan tersebut, Bhabinkamtibmas segera berkoordinasi dengan Kapolsek Kupang Timur dan personel piket. Kanit SPKT II Polsek Kupang Timur Aiptu Frengky Maakh kemudian berkoordinasi dengan Babinsa serta menghubungi tim Basarnas Kupang untuk melakukan pencarian bersama.

Sekitar pukul 20.50 WITA, personel Polsek Kupang Timur bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta delapan anggota Basarnas Kupang yang dipimpin Dantim Rudy Djuma tiba di lokasi dan langsung melakukan pencarian bersama warga setempat.

Selanjutnya pada pukul 23.10 WITA, Piket Pawas Polres Kupang Iptu Yudha Irianto didampingi Pamapta II Ipda Ridwan Moka bersama personel piket Polres Kupang juga tiba di lokasi dan bergabung dalam proses pencarian.

Setelah dilakukan pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan pada pukul 23.40 WITA. Tim Basarnas kemudian melakukan proses evakuasi dan membawa jenazah korban ke rumah duka.

Atas permintaan keluarga, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Naibonat untuk dilakukan pemeriksaan medis. Sekitar pukul 02.00 WITA, korban tiba di rumah sakit menggunakan kendaraan dinas Pamapta Polres Kupang.

Diduga kuat korban meninggal dunia akibat terseret arus banjir Sungai Air Kom yang deras sehingga menyebabkan korban tenggelam.