Satu Jam Bersama Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo: Ketika Waktu Menjadi Modal untuk Menanam
Oleh: TribrataNews
Ada pemimpin yang memimpin dari balik meja, ada pula yang memimpin dengan langkah kaki dan tangan yang tak pernah diam. Selama satu jam bersama Kapolres Kupang, AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, S.I.K., S.H., TribrataNews menemukan potret kepemimpinan jenis kedua kepemimpinan yang hidup, bergerak, dan tumbuh bersama lingkungan.
Bertempat di salah satu lopo Ekowisata Tantya Sudhirajati, kawasan yang ia bangun dan rawat dengan tangan dan uang pribadinya sendiri, Kapolres Kupang nyaris tak pernah duduk tenang. Pandangannya terus menyapu sekitar, langkahnya berpindah dari satu sudut ke sudut lain, memastikan setiap detail lingkungan berada dalam kondisi yang baik.
Dalam kebersamaan singkat itu, TribrataNews mendapati sosok Kapolres tidak dalam balutan formalitas. Ia justru terlihat memegang gejik, menanam jagung hibrida pada salah satu ruas ekowisata. Tanpa ragu, tanpa sungkan. Tanah, keringat, dan seragam seakan menyatu dalam satu makna: memberi contoh dengan perbuatan.
Tak hanya menanam, AKBP Rudy juga tampak gemar membersihkan rumput liar dan gulma yang tumbuh di sekitar kawasan. Aktivitas sederhana, namun sarat pesan. Baginya, membangun tidak selalu tentang proyek besar, melainkan tentang konsistensi merawat hal-hal kecil agar tujuan besar dapat tercapai.
Sebagai bukti nyata dari konsistensi itu, kawasan Ekowisata Tantya Sudhirajati kini terlihat semakin asri dan tertata. Area tersebut telah dilengkapi dengan green house yang berfungsi sebagai pusat pembibitan, kolam ikan air tawar yang menopang ketahanan pangan berbasis perikanan, serta kebun pisang dengan aneka jenis yang kini tumbuh subur dan tinggal menunggu masa panen.
“Waktu adalah modal untuk menanam,” ungkapnya singkat namun dalam. Sebuah kalimat yang mencerminkan filosofi hidup dan kepemimpinannya. Ia percaya, setiap detik yang dimanfaatkan dengan kerja nyata hari ini akan menjadi hasil yang dinikmati esok hari baik dalam bentuk pangan, lingkungan yang lestari, maupun karakter anggota yang terbentuk oleh teladan.
Ekowisata Tantya Sudhirajati bukan sekadar ruang hijau atau tempat persinggahan. Ia adalah cermin nilai: kerja keras, kemandirian, kepedulian terhadap alam, serta semangat swasembada yang dimulai dari lingkungan sendiri. Di tempat inilah, Kapolres Kupang menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya soal penegakan hukum, tetapi juga tentang hadir, menanam, dan menjaga kehidupan.
Satu jam bersama AKBP Rudy Junus Jacob Ledo terasa singkat, namun cukup untuk menyimpulkan satu hal: ia adalah pemimpin yang memahami bahwa perubahan tidak menunggu, melainkan dikerjakan. Dan selama waktu masih ada, ia memilih untuk menanam.
Dalam kebersamaan singkat itu, TribrataNews mendapati sosok Kapolres tidak dalam balutan formalitas. Ia justru terlihat memegang seeder bahkan gejik, menanam jagung hibrida pada salah satu ruas ekowisata. Tanpa ragu, tanpa sungkan. Tanah, keringat, dan seragam seakan menyatu dalam satu makna: memberi contoh dengan perbuatan.
Menariknya, semangat menanam itu kerap ia lakukan dengan menantang alam. AKBP Rudy Junus Jacob Ledo dikenal gemar mencoba lebih dahulu, bahkan pada lahan yang menurut sebagian orang dianggap tidak memungkinkan untuk berhasil. Bagi sebagian orang, kondisi tanah, cuaca, atau keterbatasan air menjadi alasan untuk berhenti. Namun baginya, alam justru perlu diajak berdialog melalui percobaan dan kesabaran. Gagal atau berhasil bukan soal utama yang terpenting adalah keberanian untuk memulai.
Prinsip itulah yang ia terapkan dalam setiap langkah pembangunan ekowisata. Ia memilih mencoba sebelum menyimpulkan, menanam sebelum menilai, dan bekerja sebelum berteori. Dari situlah lahir keyakinan bahwa banyak keterbatasan sejatinya hanya ada dalam pikiran, bukan pada lahan yang digarap.




