Potret Sunyi Aiptu Ida Bagus Manuaba, Polisi yang Bangun Sekolah dan UMKM di Perbatasan RI–RDTL
Kupang, TBN – Di balik tugasnya sebagai anggota kepolisian, tersimpan kisah pengabdian yang jarang diketahui publik. Sosok itu adalah Ida Bagus Manuaba, anggota Polri berpangkat Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) yang kini menjabat sebagai Ps Kasubsi PIDM Seksi Humas di Polres Kupang.
Sebelum menjalankan tugasnya di bidang kehumasan, Aiptu Ida Bagus Manuaba telah lebih dulu menorehkan jejak pengabdian sosial di wilayah perbatasan negara yaitu POlsek Amfoang Timur. Melalui Yayasan Amanah Ampera 1942 Perwakilan Nusa Tenggara Timur, ia merintis pendirian sekolah bagi anak-anak di daerah terpencil.

Pada tahun 2023, ia memulai pembangunan Sekolah Dasar dan PAUD di Kampung Pedalaman Kaunutun, Desa Kifu, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, wilayah yang berbatasan langsung dengan Timor-Leste. Meski terbuat dari daun dan berdinding bebak (pelepah lontar).
Langkah itu bukan tanpa alasan. Jarak sekolah induk yang sangat jauh membuat banyak anak harus berjalan kaki melewati pegunungan dan sungai yang kerap meluap saat musim hujan. Kondisi tersebut membuat sebagian anak kesulitan mengakses pendidikan secara layak.
Melihat kenyataan itu, Aipda Manuaba tergerak untuk bertindak. Dengan inisiatif pribadi, ia mendirikan sekolah sederhana agar anak-anak di kampung pedalaman tersebut dapat belajar lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.
Tak hanya membangun sekolah, ia juga menanggung gaji para guru yang mengajar di PAUD dan SD tersebut selama tiga tahun terakhir. Langkah itu dilakukan demi memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan bagi anak-anak di wilayah perbatasan.
Selain bidang pendidikan, kepedulian Aipda Manuaba juga menyentuh sektor ekonomi masyarakat. Pada tahun yang sama, ia turut mendorong program hilirisasi madu hutan di Desa Kifu.

Program tersebut bertujuan membantu masyarakat perbatasan mengembangkan potensi madu hutan menjadi produk bernilai ekonomi melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjual madu secara mentah, tetapi dapat meningkatkan nilai jual melalui pengolahan dan pemasaran yang lebih baik.
Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi warga di wilayah perbatasan.
Meski telah melakukan banyak hal bagi masyarakat, Aipda Manuaba dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan jarang menonjolkan dirinya. Baginya, membantu sesama adalah panggilan kemanusiaan yang harus dilakukan tanpa banyak sorotan.
Kini, di tengah kesibukannya sebagai pejabat di Seksi Humas Polres Kupang, jejak pengabdian yang ia bangun di perbatasan tetap menjadi cerita inspiratif tentang bagaimana seorang anggota Polri dapat berperan lebih luas bagi masyarakat.
Potret sunyi pengabdian Aipda Ida Bagus Manuaba menjadi pengingat bahwa di balik seragam kepolisian, terdapat hati yang bekerja dalam diam demi masa depan generasi di wilayah perbatasan negeri.#Ss+




