Cara Unik Polres Kupang Rawat Kamtibmas, Satukan Polisi Lintas Iman Lewat Paduan Suara dan Budaya Lokal

Cara Unik Polres Kupang Rawat Kamtibmas, Satukan Polisi Lintas Iman Lewat Paduan Suara dan Budaya Lokal

Amarasi TBN, – Ada cara unik yang dilakukan Polres Kupang dalam merawat keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Bukan hanya melalui patroli dan kegiatan kepolisian, tetapi juga dengan menghadirkan suasana persaudaraan melalui pelayanan keagamaan, paduan suara dan sentuhan budaya lokal.

Hal itu terlihat saat sekitar 32 personel Polres Kupang yang tergabung dalam Paduan Suara Oikumene Polres Kupang mengisi perayaan Ekaristi di Gereja St. Yohanes Pemandi Bakait, Kelurahan Nonbes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Minggu (30/8/2026) pagi.

Yang menarik, personel Polres Kupang yang terdiri dari anggota beragama Katolik dan Protestan tersebut tampil dalam balutan seragam dinas Polri yang dipadukan dengan selendang budaya lokal.

Penampilan tersebut sontak memberikan warna tersendiri dalam perayaan Ekaristi. Seragam kepolisian yang identik dengan tugas pelayanan dan pengamanan berpadu dengan selendang tradisional yang merepresentasikan kekayaan budaya masyarakat setempat.

Dengan suara yang merdu dan harmonis, puluhan personel tersebut membawakan lagu-lagu rohani dengan penuh penghayatan. Lantunan suara mereka membuat suasana gereja semakin khidmat dan membawa umat larut dalam doa.

Menariknya lagi, para personel tersebut harus menempuh perjalanan cukup jauh dan berangkat sejak pagi. Sejak pukul 07.00 WITA, mereka telah mempersiapkan diri untuk memberikan pelayanan terbaik melalui paduan suara.

Perayaan Ekaristi Minggu Biasa XXII Tahun A tersebut dipimpin oleh RD. Aventinus Jemantur, dengan bacaan Injil Matius 16:21–27.

Injil tersebut mengisahkan Yesus yang menyampaikan kepada para murid bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem untuk menanggung penderitaan, dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. Pesan tersebut mengajarkan tentang pengorbanan, keteguhan iman serta kesediaan untuk memikul salib dan mengikuti jalan Tuhan.

Di balik lantunan lagu dan suasana khidmat perayaan Ekaristi, terselip pesan Kamtibmas yang kuat. Kehadiran polisi di tengah umat menjadi ruang untuk membangun komunikasi, mempererat persaudaraan dan menumbuhkan rasa saling percaya antara Polri dan masyarakat.

Ketua Dewan Stasi Bakait, Aloysius Nahak, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polres Kupang yang telah hadir dan mengambil bagian dalam perayaan Ekaristi.

Menurutnya, penampilan Paduan Suara Oikumene Polres Kupang sangat memukau dan memberikan suasana tersendiri dalam perayaan tersebut.

"Terima kasih kepada Polres Kupang, khususnya kelompok paduan suara yang telah hadir dan mengambil bagian dalam perayaan Ekaristi ini. Penampilannya sangat memukau dan membuat suasana misa semakin khidmat," ungkap Aloysius.

Tidak berhenti pada pelayanan melalui paduan suara, Kabagops Polres Kupang juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada umat.

Ia mengajak seluruh umat untuk menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

"Mari kita bersama-sama dengan Polres Kupang merawat Kamtibmas agar Kabupaten Kupang tetap aman dan kondusif. Keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri, tetapi tanggung jawab kita semua," ajaknya.

Pesan tersebut mendapat respons positif dari umat. Sebab, menjaga Kamtibmas tidak selalu harus dilakukan melalui pendekatan penegakan hukum. Membangun kedekatan, menghadirkan rasa aman, menjalin komunikasi dan merawat persaudaraan juga menjadi bagian penting dari tugas kepolisian.

Hal senada disampaikan RD. Aventinus Jemantur. Ia menyampaikan terima kasih kepada Paduan Suara Oikumene Polres Kupang yang telah memberikan pelayanan dalam perayaan Ekaristi.

Menurutnya, penampilan paduan suara tersebut sangat mempesona dan membuat umat semakin larut dalam kekhidmatan perayaan Ekaristi Minggu Biasa XXII Tahun A.

Kebersamaan sekitar 50 personel dari dua latar belakang denominasi Kristen tersebut juga menjadi gambaran nyata semangat toleransi dan persaudaraan di tubuh Polres Kupang.

Inilah cara unik Polres Kupang merawat Kamtibmas: menyatukan hati sebelum menyatukan suara.

Melalui paduan suara, polisi hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi sebagai bagian dari masyarakat. Melalui selendang budaya lokal, polisi menunjukkan penghormatan terhadap identitas dan budaya masyarakat. Dan melalui pesan Kamtibmas, polisi mengajak umat menjadi mitra dalam menjaga kedamaian.

Usai perayaan Ekaristi, rombongan diperkenankan menikmati santap pagi bersama di rumah pastoran.

Turut hadir Kasat Binmas Polres Kupang Iptu Emmu Soleman Badu, KBO Binmas Ipda Ferry Natu dan Kasat Tahti Polres Kupang Iptu Simon Petrus Tafui, S.Sos.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa merawat Kamtibmas dapat dilakukan dengan banyak cara. Ketika polisi hadir dengan hati, mendekatkan diri dengan masyarakat, menghargai budaya dan membangun persaudaraan, maka rasa aman tidak hanya tercipta karena kehadiran seragam, tetapi juga karena adanya kepercayaan dan kebersamaan.