Warga Honuk Digegerkan Penemuan Pria Tewas Tenggelam di Sungai Oemolo
Amfoang, TBN – Warga Desa Honuk, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Oemolo (kali kecil), Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.
Korban diketahui bernama Yermias Takaeb (53), seorang petani, warga RT 08 RW 04 Dusun IV Desa Honuk. Korban ditemukan dalam kondisi tubuh terlentang di dalam sungai, dengan kepala berada di celah lubang batu dan hanya bagian kaki yang terlihat dari permukaan air.
Peristiwa ini bermula pada Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WITA, saat korban berpamitan kepada keluarga untuk memperbaiki pipa air yang biasa digunakan sehari-hari. Namun hingga beberapa waktu kemudian, korban tidak kembali ke rumah.
Merasa khawatir, istri korban, Silpa Akulas, kemudian menyusul ke lokasi sungai yang menjadi tempat penampungan air bersih. Setibanya di lokasi, saksi tidak menemukan korban, namun hanya mendapati sandal dan parang milik korban berada di sekitar sungai.
Saksi kemudian kembali ke rumah dan menyampaikan hal tersebut kepada anak korban, Tayersi Takaeb, serta seorang warga bernama Nelson Tabelak. Anak korban segera menuju lokasi sungai untuk mencari ayahnya, disusul oleh sang ibu.
Sesampainya di lokasi, Tayersi Takaeb menemukan korban sudah berada di dalam sungai dalam kondisi tidak bergerak. Penemuan tersebut segera diberitahukan kepada ibunya, yang kemudian masuk ke dalam sungai dan mengangkat korban ke permukaan. Sekitar pukul 10.00 WITA, Nelson Tabelak tiba di lokasi dan bersama beberapa warga membantu mengevakuasi korban ke rumah duka.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh petugas medis dari Puskesmas Amfoang Barat Laut, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun terdapat luka lecet di bagian pelipis kanan dengan diameter sekitar dua sentimeter yang diduga akibat tergores ranting atau kayu di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, ditemukan lecet pada mata kiri, memar pada bagian depan kaki kanan dan kiri, serta luka lecet pada bagian luar mata kaki kanan. Mulut korban juga mengeluarkan busa. Secara umum, anggota tubuh lainnya tampak normal tanpa adanya fraktur maupun tanda kekerasan. Korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari dua jam sebelum ditemukan.
Mendapat laporan kejadian tersebut, personel Polsek Amfoang Utara segera mendatangi tempat kejadian perkara. Penanganan dipimpin oleh Waka Polsek Amfoang Utara Ipda Hironimus Neni, S.H., didampingi Ps. Kanit Intelkam Aipda Simson D. Selan, Ps. Kanit Reskrim Aipda Melkisedek Taunu, Bhabinkamtibmas Desa Honuk Aipda Johanis G. Lerik, Ps. KSPKT III Aipda Budi Prabowo, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Naikliu Aipda Fidelis H. Kotan. Petugas juga menghadirkan tenaga medis Meti, Amd.Kep dari Puskesmas Amfoang Barat Laut serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Dari keterangan pihak keluarga, diketahui bahwa korban pernah menderita penyakit epilepsi, meskipun hampir dua tahun terakhir tidak mengalami kekambuhan. Jarak rumah korban ke lokasi kejadian sekitar 200 meter, dengan kedalaman air sungai kurang lebih 70 sentimeter dan lebar sekitar 1,5 meter. Di sekitar sungai terdapat bebatuan besar, salah satunya ditumbuhi lumut.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan pemeriksaan dalam atau autopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Oemolo dan tidak ditemukan unsur tindak pidana.
Saat ini jenazah korban disemayamkan di rumah duka dan direncanakan akan dimakamkan oleh pihak keluarga pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.#Ss+




