Polres Kupang Terus Pantau Perkembangan Jalur Alternatif Akibat Jembatan Putus

Polres Kupang Terus Pantau Perkembangan Jalur Alternatif Akibat Jembatan Putus

Kupang Timur, TBN – Polres Kupang terus memantau perkembangan arus lalu lintas di jalur alternatif pasca ambruknya jembatan utama di depan Brigif 21 Komodo yang berada di ruas Jalan Timor Raya.

Monitoring dan pengamanan dilakukan pada Jumat (27/3/2026) oleh personel Satuan Lalu Lintas Polres Kupang bersama anggota Polsek Kupang Timur di sejumlah titik strategis, yakni Jembatan Kayu Uel di Dusun II Desa Nunkurus serta Perempatan Taklale, Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Langkah ini dilakukan guna memastikan kelancaran arus kendaraan setelah akses utama yang menghubungkan Kota Kupang dengan Kabupaten TTS, TTU, Malaka, Belu hingga perbatasan Timor Leste tidak dapat dilalui oleh kendaraan.

Petugas mengarahkan seluruh kendaraan untuk melewati jalur alternatif melalui jalan tani poros tengah yang melintasi Desa Nunkurus. Kendaraan dari arah timur diarahkan melalui Dusun Uel dan Dusun Padang Beringin, kemudian keluar di depan Kompi Yonif 743 Naibonat.

Sementara itu, kendaraan dari arah Kota Kupang menuju wilayah Soe, Kefamenanu dan Atambua dialihkan melalui jalan tani di wilayah Babau, melewati area persawahan hingga tersambung kembali ke jalur utama di Cabang Pariti–Sulamu.

Untuk menghindari kemacetan dan menjaga keselamatan, petugas memberlakukan sistem buka tutup di Jembatan Kayu Uel dengan pola 50 kendaraan secara bergantian dari masing-masing arah.

Pengawasan di lokasi jembatan dipimpin oleh Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Kupang bersama Wakapolsek Kupang Timur dan personel gabungan. Sedangkan di jalur Babau, pemantauan langsung dilakukan oleh Kapolsek Kupang Timur IPTU Tobias D. Naraha bersama anggotanya.

Hingga saat ini, situasi arus lalu lintas di jalur alternatif terpantau aman dan terkendali, meskipun terjadi kepadatan di sepanjang jalur poros tengah yang melintasi Kelurahan Babau, Oesao, Naibonat, hingga Desa Nunkurus.

Polres Kupang memperkirakan pengalihan arus ini masih akan berlangsung beberapa hari ke depan sambil menunggu proses perbaikan jembatan utama yang ambruk.

Selain itu, diperlukan penambahan personel untuk membantu pengaturan lalu lintas mengingat tingginya volume kendaraan di jalur alternatif tersebut.

Di sisi lain, kondisi Jembatan Kayu Uel masih dinilai aman dilalui kendaraan roda dua hingga roda enam. Namun, minimnya penerangan di lokasi menjadi perhatian, terutama pada malam hari. Oleh karena itu, disarankan penempatan personel tambahan dengan perlengkapan rompi lalu lintas dan lampu senter.

Bhabinkamtibmas juga diminta berkoordinasi dengan pemerintah Desa Nunkurus guna melakukan pengawasan bersama serta mencegah potensi pungutan liar oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Sebagai langkah penanganan darurat, pada hari yang sama telah dilakukan penutupan lubang di Jembatan Kayu Uel menggunakan enam lembar plat baja oleh pihak CV Karunia Indah.

Dengan berbagai upaya tersebut, Polres Kupang berharap arus lalu lintas tetap berjalan lancar dan keselamatan pengguna jalan dapat terjaga selama masa perbaikan jembatan utama berlangsung.