Operasi Ketupat Turangga 2026, Wujudkan Mudik Aman, Nyaman, dan Kondusif
Kupang, TBN – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur secara resmi menggelar Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Turangga 2026 selama 13 hari, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini merupakan wujud komitmen Polri dalam menjamin keamanan, kelancaran, serta keselamatan masyarakat selama arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah.
Operasi ini dilaksanakan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat agar dapat merayakan Hari Raya Idulfitri dengan aman, nyaman, dan kondusif. Berbagai langkah pengamanan dilakukan mulai dari jalur transportasi, pusat keramaian, hingga tempat ibadah yang diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas selama masa mudik dan libur lebaran.
Di tengah dinamika geopolitik global, termasuk eskalasi konflik Iran dan Israel yang berdampak pada ketidakpastian harga minyak dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah, stabilitas ekonomi nasional juga menjadi perhatian. Polda NTT memastikan ketersediaan energi tetap terjaga dengan baik dan stok bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Indonesia sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif juga terus berperan sebagai juru damai di tingkat global, sembari memperkuat stabilitas ekonomi dalam negeri melalui pengamanan distribusi logistik agar tetap berjalan lancar dan kondusif.
Untuk mendukung pelaksanaan operasi ini, Polda NTT menyiagakan sebanyak 3.068 personel yang terdiri dari 1.144 anggota Polri dan 1.924 personel dari instansi terkait. Selain itu, berbagai pos pelayanan juga telah disiapkan di sejumlah titik strategis, yakni 91 Pos Pengamanan, 38 Pos Pelayanan, 27 Pos Terpadu, serta 26 pos lainnya yang tersebar di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Pengamanan juga difokuskan pada sejumlah objek vital yang diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama libur Idulfitri. Objek tersebut meliputi 14 bandara, 38 pelabuhan, 28 terminal, 56 pusat perbelanjaan, serta 153 objek wisata.
Selain itu, pengamanan pelaksanaan ibadah juga menjadi perhatian utama. Tercatat sebanyak 201 masjid dengan estimasi 91.386 jamaah serta 48 lapangan dengan estimasi 123.600 jamaah akan menjadi lokasi pelaksanaan salat Idulfitri yang mendapat pengamanan dari aparat kepolisian.
Seluruh personel yang terlibat dalam operasi diwajibkan menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur dengan mengedepankan langkah preventif dan preemtif guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, seperti kejahatan konvensional, tawuran, maupun balap liar.
Di samping itu, personel juga diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi dengan menjalin koordinasi bersama BMKG serta instansi terkait lainnya. Untuk memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat, Polri juga mengoptimalkan layanan darurat melalui Call Center 110 yang tersedia selama 24 jam.
Seluruh personel di lapangan juga diingatkan untuk menjaga kedisiplinan, hadir lebih awal di lokasi tugas, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Polda NTT berharap keberhasilan Operasi Ketupat Turangga 2026 dapat terwujud melalui sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, instansi terkait, serta dukungan penuh dari masyarakat. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan program mudik aman, nyaman, dan berkelanjutan dapat terwujud sehingga masyarakat di Nusa Tenggara Timur dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga dengan penuh rasa aman dan kebahagiaan.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan situasi darurat dapat menghubungi layanan kepolisian melalui Call Center 110 yang tersedia selama 24 jam. #Ss+




