Eko Wisata Tantya Sudirajati Polres Kupang Jadi Magnet Dunia Akademik
KUPANG, TBN – Eko Wisata Tantya Sudirajati Polres Kupang kini tidak hanya dikenal sebagai kawasan ketahanan pangan dan konservasi lingkungan, tetapi juga mulai dilirik dunia pendidikan sebagai pusat pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sepekan terakhir, kawasan yang berada di Mako Polres Kupang yang beralamat di Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang itu menerima kunjungan akademik dari dua perguruan tinggi ternama di Nusa Tenggara Timur, yakni Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang dan Universitas Nusa Cendana (Undana).

Pada Senin (30/6/2026), sebanyak 33 mahasiswa Program Studi Biologi/Bioteknologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Kristen Artha Wacana Kupang melaksanakan observasi lapangan di Eko Wisata Tantya Sudirajati. Rombongan dipimpin dosen pengampu mata kuliah, Melisa Ledo, untuk mempelajari secara langsung penerapan pertanian terpadu, pengelolaan lingkungan, peternakan, dan perikanan yang dikembangkan Polres Kupang bersama Bhayangkari Cabang Kupang.
Mahasiswa melakukan observasi di kawasan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang dikelola Bhayangkari Cabang Kupang, mulai dari budidaya berbagai jenis sayuran, perikanan sistem bioflok, budidaya ikan air tawar, pengolahan pupuk organik berbasis eko enzim, fermentasi kompos, hingga peternakan bebek dan budidaya tanaman pisang. Kegiatan tersebut ditutup dengan sesi diskusi bersama Kapolres Kupang, Satbinmas, dan Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) selaku pengelola kawasan.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Kupang, AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, S.I.K., S.H., menyampaikan apresiasi kepada pihak kampus yang telah memilih Eko Wisata Tantya Sudirajati sebagai lokasi observasi lapangan.
"Kami berterima kasih kepada pihak Universitas Kristen Artha Wacana yang telah mempercayakan kawasan ini sebagai tempat belajar. Kami berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga mampu mengembangkan pola pikir yang kreatif, dari on the box menjadi out of the box. Kami juga membuka diri terhadap berbagai masukan dari dosen dan mahasiswa agar Eko Wisata Tantya Sudirajati terus berkembang menjadi pusat edukasi yang lebih baik," ujar Kapolres.

Dosen pendamping, Melisa Ledo, mengaku terkesan dengan konsep pengelolaan kawasan tersebut. Menurutnya, berbagai materi yang selama ini diajarkan di ruang kuliah dapat ditemukan dan dipraktikkan secara langsung di Eko Wisata Tantya Sudirajati.
"Di kampus kami lebih banyak memberikan teori. Puji Tuhan, di Polres Kupang kami menemukan implementasi nyata dari berbagai materi yang kami ajarkan. Tempat ini sangat layak menjadi laboratorium alam bagi mahasiswa," ungkapnya.
Dua hari berselang, Kamis (2/7/2026), Eko Wisata Tantya Sudirajati juga menerima kunjungan kerja Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., beserta jajaran pimpinan universitas.
Turut mendampingi Rektor Undana yakni Wakil Rektor III Dr. Rudi Rohi, S.H., M.Si., Wakil Rektor IV Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., Dekan Fakultas Pertanian Dr. Tomycho Olviana, S.P., M.M.A., serta Dekan Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan Dr. Ir. Agnette Tjendanawangi, M.Si.
Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Kapolres Kupang di ruang kerjanya sebelum meninjau kawasan Eko Wisata Tantya Sudirajati.
Dalam kunjungan tersebut, Undana dan Polres Kupang secara resmi membangun komitmen kolaborasi untuk mengawinkan kepakaran akademis dengan praktik lapangan dalam mendukung kedaulatan pangan daerah. Sinergi ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi kepolisian dalam pengembangan pertanian, peternakan, perikanan, serta konservasi lingkungan.
Di kawasan eko wisata, rombongan melakukan panen ikan lele, bawang merah, dan berbagai jenis sayuran. Rektor Undana juga secara simbolis menanam bibit pohon buah yang diberi nama "Mangga Undana Berdampak", sebagai representasi Program Kampus Berdampak yang sedang dikembangkan Universitas Nusa Cendana.
Prof. Jefri Bale menilai Eko Wisata Tantya Sudirajati merupakan inovasi luar biasa yang berhasil mengubah wajah institusi kepolisian menjadi kawasan hijau yang produktif, edukatif, sekaligus inspiratif.
Menurutnya, kawasan terpadu yang dibangun Polres Kupang sangat potensial dijadikan laboratorium lapangan (field laboratory) permanen bagi mahasiswa dan dosen dalam melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pertanian, peternakan, perikanan, bioteknologi, dan pengelolaan lingkungan.
Kapolres Kupang menyambut baik komitmen tersebut dan menegaskan bahwa Eko Wisata Tantya Sudirajati dibangun bukan semata sebagai program ketahanan pangan, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.
"Kami berharap kawasan ini menjadi tempat lahirnya berbagai inovasi. Polres Kupang membuka ruang seluas-luasnya bagi perguruan tinggi untuk melakukan penelitian, praktik lapangan, maupun pengembangan teknologi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tegas AKBP Rudy Junus Jacob Ledo.
Meningkatnya kunjungan dari kalangan akademisi menunjukkan bahwa Eko Wisata Tantya Sudirajati kini berkembang menjadi lebih dari sekadar kawasan ketahanan pangan. Kawasan ini telah menjelma sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik, laboratorium alam, serta wadah kolaborasi antara institusi kepolisian dan dunia pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.#Ss+




