Remaja 17 Tahun Tewas Tenggelam di Embung Desa Bone, Polisi dan Warga Lakukan Evakuasi

Remaja 17 Tahun Tewas Tenggelam di Embung Desa Bone, Polisi dan Warga Lakukan Evakuasi

Kupang, TBN – Peristiwa tragis menimpa seorang remaja laki-laki di wilayah Kabupaten Kupang. Seorang pemuda berusia 17 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di embung yang berada di Desa Bone, Kecamatan Nekamese, pada Kamis (19/3/2026) pagi.

Kapolsek Kulang Barat Ipda Muhammad Yuzzaky, S.Tr.K., M.Sc membenarkan adanya kejadian tersenut setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait adanya korban tenggelam di embung yang berbatasan antara Desa Bone dan Desa Usapi Sonbai.

Ipd aMuhammad menambahkan, bahwa korban bernama Klaudius Siki (17), seorang pelajar yang berdomisili di Desa Usapi Sonbai. Menurutnya peristiwa bermula sekitar pukul 10.00 WITA saat korban berpamitan kepada orang tuanya untuk pergi mandi bersama teman-temannya di embung tersebut.

Sekitar pukul 10.15 WITA, korban bersama tiga saksi tiba di lokasi dan langsung berenang. Namun nahas, saat mereka berenang kembali menuju permukaan embung, korban diduga mengalami kelelahan dan tidak mampu mencapai tepian.

“Korban sempat berteriak meminta tolong. Dua rekannya berusaha membantu, namun tidak berhasil karena korban sudah dalam kondisi lemas dan sulit ditarik ke permukaan,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, salah satu saksi segera keluar dari embung dan berlari ke rumah untuk memberitahukan kejadian kepada orang tua korban. Informasi kemudian diteruskan ke aparat desa dan dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Kupang Barat yang dipimpin Kanit IK bersama Bhabinkamtibmas dan anggota lainnya langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian bersama warga.

Sekitar pukul 12.30 WITA, korban akhirnya berhasil ditemukan oleh warga dalam kondisi tidak bernyawa. Proses evakuasi kemudian dilakukan bersama aparat kepolisian dan masyarakat setempat sebelum korban dibawa ke rumah duka.

Pemeriksaan medis awal oleh bidan desa menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diperkirakan telah meninggal dunia beberapa jam sebelum ditemukan.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan penolakan untuk dilakukan autopsi.

Dari hasil sementara, korban diduga meninggal dunia akibat kelelahan saat berenang sehingga tidak mampu menyelamatkan diri.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di area perairan, terutama bagi anak-anak dan remaja tanpa pengawasan yang memadai.